
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar bertahan di sekitar level 99,6 pada perdagangan Senin setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan dolar ditopang pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang mendorong pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Warsh memperingatkan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang berarti. Ia menegaskan kembali komitmen The Fed untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%, sehingga peluang pengetatan moneter tetap terbuka.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 57% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Angka tersebut meningkat tajam dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya. Revisi naik indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turut memberikan dukungan kepada dolar.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS periode Agustus yang akan dirilis Jumat. Di sisi lain, lonjakan harga minyak setelah militer AS menyerang peluncur roket Iran yang disebut bersiap menyebarkan ranjau di Selat Hormuz turut meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.
Dolar berpeluang mempertahankan penguatannya apabila data tenaga kerja AS tetap solid dan ketegangan di Timur Tengah meningkat. Kondisi tersebut dapat menekan emas melalui ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, meskipun permintaan safe haven bisa membatasi penurunannya. Sementara itu, minyak berpotensi menguat apabila konflik mulai mengancam jalur pasokan di Selat Hormuz.