
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Asia, Senin, 31 Agustus 2026, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu pekan. GBP/USD bergerak di bawah area pertengahan 1,3500 setelah dolar mengambil jeda dari penguatan tajam pada Jumat. Pelemahan sementara dolar akibat penyesuaian portofolio akhir bulan memberi ruang bagi sterling untuk melakukan pemulihan.
Sterling juga mendapat dukungan dari pernyataan pemerintah Inggris yang menekankan disiplin fiskal sebagai prioritas menjelang Autumn Budget pada 28 Oktober. Namun, sentimen terhadap pound masih tertahan karena pasar mulai menggeser ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England ke 2027, dari sebelumnya akhir 2026. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik sterling dibandingkan dolar AS.
Di sisi lain, dolar masih memiliki penopang kuat setelah komentar hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meningkatkan taruhan pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada September. Ekspektasi tersebut membuat yield Treasury tetap tinggi dan menjaga bias fundamental dolar tetap positif. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September sekitar 57%.
Risiko geopolitik juga menjadi faktor yang membatasi penguatan GBP/USD. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan rudal. Eskalasi tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven dan membuat investor lebih berhati-hati terhadap mata uang berisiko.(CP)