
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia bergerak relatif terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan Asia, Senin, 31 Agustus 2026, setelah pasar mencerna data aktivitas ekonomi terbaru China. AUD/USD berada di sekitar 0,7160 setelah sebelumnya dibuka dengan gap bearish. Hubungan perdagangan Australia dan China yang erat membuat perkembangan ekonomi China menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar Australia.
PMI manufaktur resmi China naik menjadi 49,8 pada Agustus dari 49,2 pada Juli dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan 49,7. Namun, angka tersebut masih berada di bawah level 50 yang menandakan aktivitas manufaktur masih mengalami kontraksi. Sementara itu, PMI nonmanufaktur bertahan di 49,0, menunjukkan sektor jasa dan konstruksi juga belum mampu mencatat ekspansi.
Dari Australia, TD-MI Inflation Gauge naik menjadi 4,8% secara tahunan pada Agustus dari 4% sebelumnya. Meski demikian, kenaikan bulanan melambat menjadi 0,5% dari 1%. Data inflasi yang masih tinggi dapat menjaga ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia belum memiliki ruang besar untuk melonggarkan kebijakan moneter secara agresif.
Ruang penguatan AUD/USD masih dibatasi oleh dolar AS yang tetap kuat setelah pidato hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Pasar memperkirakan peluang sekitar 57% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September, sementara yield Treasury AS tetap tinggi. Kondisi tersebut menjaga daya tarik dolar dan membatasi reli mata uang berisiko seperti dolar Australia.
Menurut Newsmaker, pergerakan dolar Australia saat ini mencerminkan tarik-menarik antara perbaikan moderat data manufaktur China dan tekanan dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish. Selama ekonomi China belum menunjukkan ekspansi yang lebih kuat dan dolar AS tetap ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga, AUD/USD berpotensi bergerak terbatas. Fokus berikutnya akan tertuju pada data tenaga kerja dan inflasi AS yang dapat menentukan arah dolar dalam beberapa sesi mendatang.(CP)