
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat (AS) melonjak tajam pada perdagangan Jumat (6/11/2026), setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,63% menjadi 102,12, menuju kenaikan harian terbesar dalam tujuh pekan. Data Nonfarm Payrolls (NFP) mencatat penambahan 165.000 pekerjaan pada Oktober, jauh di atas perkiraan 65.000, sementara angka September direvisi naik menjadi 60.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1%, memperlihatkan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kuatnya data ketenagakerjaan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga sedikitnya 25 basis poin pada Desember kembali mendekati 80%, setelah sebelumnya turun ke sekitar 67%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,868%, sedangkan tenor dua tahun mencapai 4,532%. Penguatan dolar turut menekan mata uang utama, dengan EUR/USD turun 0,55% menjadi 1,1157, GBP/USD melemah 0,62% ke 1,3366, sementara USD/JPY naik ke 158,20. Pergerakan ini menunjukkan meningkatnya daya tarik aset berbasis dolar seiring penguatan ekspektasi suku bunga AS.
Di sisi lain, pasar masih mencermati dampak aksi jual saham teknologi global akibat kekhawatiran terhadap rencana pengawasan lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI) setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS. Presiden Federal Reserve New York John Williams menegaskan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, tetapi inflasi masih terlalu tinggi dan perlu dikembalikan ke target 2%. Pernyataan tersebut memperkuat perhatian investor terhadap kebijakan moneter yang berpotensi tetap ketat. Dengan kondisi ini, arah dolar selanjutnya diperkirakan masih dipengaruhi data inflasi, perkembangan saham teknologi, serta keputusan suku bunga The Fed pada Desember.
Sumber: Newsmaker.id