
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak relatif datar pada perdagangan Rabu (2/9) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Brent naik tipis 0,1% menjadi US$94,74 per barel, sedangkan WTI turun 0,21% ke US$90,03 per barel.
Sebelumnya, Brent sempat melonjak hingga US$97,04 dan WTI mencapai US$92,29, level tertinggi sejak 24 Juli. Namun, kenaikan tersebut kehilangan tenaga setelah pasar melihat pasokan minyak masih berhasil mencapai pasar meskipun risiko geopolitik meningkat.
Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan dalam eskalasi terbesar selama beberapa pekan. Garda Revolusi Iran menyatakan serangan AS akan semakin membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur yang sebelum konflik dilewati sekitar seperlima konsumsi minyak global.
Pasar kini menghadapi dua kemungkinan yang berlawanan. Kemajuan menuju kesepakatan damai dapat menjatuhkan harga, sedangkan eskalasi baru atau gangguan pasokan berpotensi mendorong minyak kembali melonjak. Perkembangan terbaru diperkirakan dapat memicu pergerakan sekitar US$5 ke salah satu arah.
Menurut analisis Newsmaker, harga minyak berpotensi tetap sangat volatil dan belum memiliki arah yang stabil. Ancaman terhadap Hormuz dapat mempertahankan premi risiko, tetapi pasokan yang terus mengalir dan munculnya peluang diplomasi dapat membatasi kenaikan Brent serta WTI.(yds)
Sumber: Newsmaker.id