
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melemah pada perdagangan Senin setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat pada hari Jumat lalu meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini. XAU/USD saat ini bergerak di sekitar US$4.403 per troy ounce, sementara investor menunggu data inflasi utama AS untuk mengetahui petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.
Spot emas sebelumnya tercatat turun 0,8% ke US$4.394,12 per ounce pada pukul 12.26 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,8% menjadi US$4.439,40, dengan volume perdagangan relatif rendah karena libur di Amerika Serikat.
Tekanan terhadap emas muncul setelah data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang jauh lebih kuat pada bulan Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Data tersebut membuat pasar kembali menilai The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan. Angka tersebut naik dari sekitar 50% sebelum laporan pekerjaan AS dirilis pada hari Jumat.
Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan emas dan perak bergerak berlawanan arah dengan harga energi, melanjutkan pelemahan setelah laporan pekerjaan AS yang kuat mengangkat imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September.
Dari sisi teknikal, emas dua kali mendapat minat beli di area bawah US$4.400. Namun, kunci support masih berada di sekitar US$4.320, sementara resistance kembali muncul di atas area US$4.500.
Fokus pasar kini beralih ke data Indeks Harga Produsen atau PPI AS yang akan dirilis pada hari Kamis dan Indeks Harga Konsumen atau CPI AS pada hari Jumat. Dua data inflasi tersebut akan menjadi penentu penting apakah The Fed masih perlu menaikkan suku bunga atau mulai menahan kebijakannya.
Inflasi kekhawatiran juga tetap tinggi setelah serangan terhadap jalur pelayaran pada akhir pekan mendorong harga minyak naik. Iran juga mengatakan akan mengumumkan zona terbatas baru di kawasan Teluk dalam beberapa hari mendatang, termasuk peta koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Analisis Newsmaker: Pelemahan emas saat ini masih didominasi oleh kombinasi NFP AS yang kuat, kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga, dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi. Selama XAU/USD belum mampu kembali menembus area US$4.500, tekanan penjualan masih berpotensi berlanjut. Namun, area di bawah US$4.400 mulai menunjukkan adanya minat beli, sehingga pasar akan sangat bergantung pada data PPI dan CPI AS pekan ini. Jika inflasi kembali panas, emas berisiko turun menuju support US$4.320. Sebaliknya, jika inflasi melanda, peluang rebound ke area US$4.450 hingga US$4.500 bisa kembali terbuka. (asd)
Sumber: Newsmaker.id