
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas masih bergerak hati-hati pada perdagangan hari ini, dengan XAU/USD berada di sekitar US$4.300 per troy ounce menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Secara fundamental, tekanan terhadap emas masih datang dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, sementara pasar memperkirakan peluang langkah tersebut berada di atas 90%.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun yang sempat menembus 5% dan Dollar Index yang bertahan di sekitar area 99,60 turut membatasi ruang kenaikan emas. Kombinasi dolar yang kuat dan yield tinggi meningkatkan daya tarik aset berbunga, sehingga menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik Timur Tengah serta harga minyak yang masih tinggi memberikan dukungan terbatas bagi emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan minyak
juga membawa risiko inflasi yang lebih tinggi, sehingga justru dapat memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Kondisi tersebut membuat pengaruh geopolitik terhadap emas saat ini menjadi dua arah.
Secara teknikal, emas masih memiliki kecenderungan bearish hingga netral selama harga belum mampu kembali bertahan di atas area US$4.300. Resistance berikutnya berada di sekitar US$4.328-US$4.350. Jika area tersebut berhasil ditembus, peluang rebound dapat terbuka lebih luas menuju US$4.400.
Sementara itu, area US$4.275 menjadi support penting dalam jangka pendek. Penembusan di bawah level tersebut dapat membuka tekanan menuju US$4.250-US$4.253, yang berdekatan dengan level terendah lebih dari satu bulan. Jika tekanan jual berlanjut dan US$4.250 gagal bertahan, emas berisiko memperpanjang penurunan menuju area US$4.200.
Dengan demikian, arah emas hari ini akan sangat bergantung pada keputusan FOMC dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh. Kenaikan bunga yang disertai sinyal hawkish berpotensi mendorong dolar dan yield lebih tinggi serta menekan emas, sementara kenaikan 25 basis poin dengan panduan yang lebih dovish dapat memicu aksi rebound. Area US$4.275-US$4.300 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan sebelum pasar menentukan arah berikutnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id