
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak di sekitar US$4.134 per troy ounce pada perdagangan Selasa (6/10), masih berada dalam tekanan setelah mengalami koreksi tajam. Secara fundamental, emas sebenarnya mendapat dukungan dari melemahnya pasar tenaga kerja AS setelah NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun tajam.
Namun, dukungan tersebut belum cukup untuk mengangkat emas karena dolar AS dan yield Treasury masih tinggi. Yield Treasury 10 tahun sempat berada di sekitar 5,35%, sementara dolar masih bertahan di area tinggi. Kondisi ini membuat emas menghadapi persaingan dari aset berbunga sekaligus meningkatkan tekanan terhadap harga logam dalam denominasi dolar. Pasar juga masih melihat risiko inflasi, terutama akibat tingginya harga energi dan konflik Timur Tengah, sehingga The Fed belum sepenuhnya kehilangan alasan untuk mempertahankan kebijakan ketat.
Dari sisi teknikal, struktur Daily Gold masih menunjukkan kecenderungan bearish. Setelah gagal mempertahankan area 4.400 dan 4.300, harga terus membentuk tekanan turun dan kini mendekati support penting 4.100. Menariknya, Stochastic RSI sudah berada di area rendah sekitar 23–27, mengindikasikan momentum jual mulai memasuki area jenuh. Namun, garis Stochastic RSI masih belum memberikan konfirmasi pembalikan bullish yang kuat, sehingga risiko penurunan lanjutan masih terbuka.
Untuk skenarionya, 4.100 menjadi level yang sangat penting. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut dan Stochastic RSI mulai berbalik naik, Gold berpeluang melakukan technical rebound menuju 4.200, kemudian menguji area 4.300. Sebaliknya, apabila 4.100 ditembus dengan tekanan jual yang kuat, struktur bearish berpotensi berlanjut menuju 4.000, yang menjadi support psikologis berikutnya. Jadi, untuk saat ini, rebound belum bisa dianggap sebagai pembalikan tren sebelum harga kembali merebut resistance secara bertahap.
Newsmaker melihat, Gold saat ini berada dalam fase tarik-menarik antara fundamental yang mulai mendukung dan teknikal yang masih bearish. NFP yang lemah memang mengurangi tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi dolar dan yield tinggi masih menjadi penghambat. Fokus utama pasar berikutnya adalah FOMC Minutes. Jika The Fed mulai lebih mengkhawatirkan pelemahan tenaga kerja, peluang rebound emas semakin besar. Namun, selama yield tetap tinggi dan 4.100 gagal dipertahankan, risiko koreksi menuju 4.000 masih perlu diperhatikan.