
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah pada perdagangan hari ini dan berada di sekitar $4.210–$4.250 per troy ounce, melanjutkan tekanan setelah mengalami penurunan dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menghadapi tekanan karena investor kembali memburu aset berbasis dolar dan instrumen dengan imbal hasil lebih menarik.
Dari sisi fundamental, fokus utama pasar masih tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) serta data ekonomi Amerika Serikat yang akan menjadi penentu berikutnya. Ketahanan ekonomi AS dan tekanan inflasi yang masih menjadi perhatian membuat peluang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbatas. Selain itu, kenaikan yield Treasury turut menjadi beban bagi emas, sementara dolar AS yang kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Meskipun berada dalam tekanan, emas masih mendapatkan dukungan dari faktor safe haven akibat ketidakpastian global. Risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global tetap menjaga minat investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan emas masih sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons perkembangan dolar AS, yield obligasi, serta sinyal terbaru dari pejabat The Fed.
Dari sisi teknikal, pergerakan XAU/USD menunjukkan tekanan bearish dalam jangka pendek setelah harga gagal mempertahankan beberapa area support sebelumnya dan bergerak di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek. Momentum penurunan masih terlihat selama emas belum mampu kembali menembus area resistance terdekat. Saat ini, pasar akan memperhatikan area support di sekitar US$4.200, kemudian support berikutnya berada pada kisaran US$4.150–US$4.180. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus area tersebut, peluang koreksi lebih dalam masih terbuka. Sementara itu, untuk sisi atas, area resistance terdekat berada di kisaran US$4.280–US$4.300, dan apabila berhasil ditembus, emas berpotensi mendapatkan momentum rebound menuju area resistance berikutnya di sekitar US$4.350.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS seperti inflasi dan tenaga kerja untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed berikutnya. Selama dolar AS tetap kuat dan yield Treasury berada pada level tinggi, tekanan bearish masih menjadi risiko utama bagi pergerakan emas.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id