
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas memasuki perdagangan Rabu (7/10) dengan peluang rebound setelah yield Treasury AS mulai turun dari level tertinggi dalam beberapa dekade. Spot Gold bergerak di sekitar US$4.160 per troy ounce, sementara pasar kini menunggu FOMC Minutes yang akan dirilis Kamis pukul 01.00 WIB. Risalah ini penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pejabat The Fed setelah kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September.
Menurut pandangan Newsmaker, risiko terbesar malam ini justru datang dari kemungkinan minutes yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini. Pasalnya, risalah tersebut mencerminkan pandangan para pejabat The Fed saat rapat September, sebelum data NFP terbaru menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang cukup signifikan. Karena itu, isi minutes masih berpotensi menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi serta kebutuhan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Jika minutes menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed masih melihat inflasi sebagai risiko utama dan membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan, dolar dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut dapat menekan Gold karena aset tanpa imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi. Secara teknikal, area US$4.100 menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus dengan tekanan jual kuat, emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju area psikologis US$4.000.
Sebaliknya, skenario bullish akan semakin kuat apabila minutes menunjukkan perbedaan pandangan mengenai risiko ekonomi dan pasar tenaga kerja. Jika pasar menangkap sinyal bahwa The Fed mulai lebih berhati-hati terhadap pertumbuhan dan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga, yield serta dolar berpotensi melemah. Kondisi tersebut dapat membuka peluang Gold untuk kembali menguji US$4.200, kemudian area US$4.230–US$4.300 jika momentum penguatan berlanjut.
Newsmaker menilai, FOMC Minutes berpotensi memicu volatilitas tinggi, tetapi belum tentu langsung menentukan tren baru Gold. Pasar saat ini berada di persimpangan antara ekspektasi rate hike yang menurun dan inflasi yang masih menjadi perhatian The Fed. Karena itu, reaksi yield dan dolar setelah minutes dirilis akan menjadi kunci. Jika yield turun, Gold berpeluang melanjutkan rebound. Namun jika yield kembali melonjak, area US$4.100 akan menjadi ujian penting bagi emas.