Nikkei Turun Karena Investor Pangkas Risiko Di Tengah Kekhawatiran Utang AS
Saham Jepang melemah pada hari Jumat (17/1) karena investor mengurangi risiko menjelang libur panjang akhir pekan AS dan pelantikan Presiden terpilih Donald Trump. Nikkei 225 turun 0,37%, atau 142,42 poin, hingga ditutup pada level 38.430,18. Kekhawatiran terhadap para vigilante obligasi muncul kembali saat Trump bersiap untuk memangku jabatan pada 20 Januari, dengan rasio utang terhadap PDB AS mendekati 100%.
Pada tahun 2027, rasio tersebut diperkirakan akan melampaui rekor pasca-PD II, sementara kenaikan imbal hasil obligasi--naik lebih dari satu poin persentase sejak September 2024--menimbulkan tantangan potensial bagi agenda kebijakan Trump. Di sisi korporat, Nippon Prologis REIT (TYO:3283) akan membeli Prologis Park Ichikawa 2 di Chiba seharga 27,44 miliar yen, dengan penyelesaian bertahap dari Februari 2025 hingga Februari 2027, menghasilkan sewa tahunan sebesar 1,3 miliar yen. Perusahaan ini juga akan menjual dua properti kepada Japan Logistics Fund (TYO:8967) seharga 26,30 miliar yen, dengan harapan laba masing-masing sebesar 5,3 miliar yen dan 6 miliar yen, menurut pengajuan pada hari Kamis.
Hino Motors (TYO:7205) menyelesaikan investigasi sertifikasi emisi AS, menyetujui denda pidana sebesar $521,8 juta dan denda perdata sebesar $678,5 juta. Penyelesaian ini mencakup perbaikan mesin dan program lingkungan. Hino telah menyediakan biaya terkait sebesar 230 miliar yen pada Q2 FY25. Toyota Industries (TYO:6201) akan mencatatkan obligasi dengan suku bunga mengambang senilai $10 juta, jatuh tempo pada 27 Desember 2029, di Bursa Efek Singapura. Perdagangan dimulai pada 20 Januari, menurut laporan pada hari Jumat. (AL)
Sumber: Bloomberg