Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Penopang
Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/07), didukung kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 0,39% pada akhir perdagangan di Tokyo.
Saham Sumitomo Metal Mining menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,07% ke level 7.902. Lasertec juga menguat 4,98% ke 45.130, sementara Advantest naik 4,11% ke 30.800.
Namun, tidak semua saham bergerak positif. Takashimaya menjadi salah satu pemberat terbesar setelah turun 6,14% ke 2.255. J.Front Retailing melemah 5,39%, sedangkan Isetan Mitsukoshi turun 4,65%.
Secara keseluruhan, saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik di Tokyo Stock Exchange. Sebanyak 1.726 saham turun, 1.723 saham menguat, dan 294 saham bergerak stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 1,45% ke level 32,59.
Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat tajam. WTI naik 2,12% ke US$88,67 per barel, sementara Brent melonjak 2,93% ke US$96,83 per barel. Sebaliknya, kontrak emas Agustus turun 0,72% ke US$4.121,90 per troy ounce.
Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor masih masuk ke saham Jepang, terutama sektor teknologi dan material. Namun, kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko karena dapat memicu inflasi dan menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang. Yen yang masih berada di sekitar 163 per dolar juga membuat pasar tetap waspada terhadap peluang intervensi pemerintah Jepang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id