Jepang Merah Pertama di 2026, China Jadi “Pemicu”?
Saham Jepang turun untuk pertama kalinya tahun ini setelah reli yang memecahkan rekor, ketika investor melakukan aksi ambil untung dan pasar khawatir dampak pembatasan ekspor baru dari China. Indeks Topix ditutup turun 0,8% ke 3.511,34 dan Nikkei 225 melemah 1,1% ke 51.961,98. Sektor otomotif jadi sasaran jual, dengan Toyota turun 2,7% (terburuk sejak 18 November), disusul Honda, Suzuki, Subaru, dan Mazda. Saham-saham mesin dan industri berat seperti Hitachi, Kawasaki Heavy, dan Mitsubishi Heavy juga ikut melemah.
Pemicunya datang setelah China memberlakukan kontrol ekspor ke Jepang untuk barang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer—yang menurut media China bisa mencakup item terkait rare earth. Rare earth penting untuk magnet dan komponen kendaraan listrik, sehingga pasar takut pembatasan makin ketat bisa mengganggu produksi pabrik. Meski begitu, detail kebijakan masih belum jelas dan sebagian analis menilai dampaknya bisa hanya “pemantik sementara” untuk profit taking. Uniknya, saham-saham yang terkait rare earth justru melonjak karena ekspektasi harga rare earth naik—Toyo Engineering dan Daiichi Kigenso melesat lebih dari 19%. Sementara itu, Nintendo anjlok 4,7% karena kekhawatiran biaya konsol naik jika permintaan storage dari AI mendorong harga chip memori makin mahal.
Source : Newsmaker.id