Hang Seng Turun, Pasar Waspada Jelang Data Inflasi & Gejolak Geopolitik
Saham Hong Kong melemah pada perdagangan Selasa (12/8), turun 84 poin atau 0,3% ke level 24.826 pada sesi pagi yang cenderung volatil. Pelemahan ini membalikkan kenaikan moderat yang tercatat pada perdagangan sebelumnya, di tengah sikap hati-hati investor menyusul sentimen negatif dari Wall Street semalam. Pasar global saat ini menantikan rilis data inflasi konsumen (IHK) AS yang dijadwalkan hari ini, serta inflasi produsen (IHP) pada Kamis, yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Tekanan pada indeks Hang Seng terutama datang dari saham-saham teknologi dan konsumen. Saham properti terlihat bergerak terbatas, meskipun pemerintah kota Beijing telah mencabut pembatasan pembelian rumah di wilayah pinggiran kota. Kebijakan pelonggaran ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pasar properti, namun sentimennya belum cukup kuat untuk mengangkat sektor secara signifikan.
Pelemahan lebih lanjut dibatasi oleh sentimen positif dari perkembangan hubungan dagang AS–Tiongkok. Presiden AS Donald Trump pada Senin menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang gencatan dagang dengan Tiongkok selama 90 hari. Langkah ini disambut Beijing dengan komitmen untuk menangguhkan tarif tambahan secara timbal balik terhadap barang-barang asal AS, meredakan ketegangan dagang yang telah berlangsung lama antara kedua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Dari sisi geopolitik, investor juga memantau rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Alaska. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas potensi resolusi perang di Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun, dan hasilnya berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.
Beberapa saham yang memimpin pelemahan pagi ini antara lain Innovent Biologics yang turun 3,7%, Pop Mart International melemah 3,0%, Smoore Holdings turun 2,9%, dan Kuaishou Technology terkoreksi 2,1%. Pergerakan ini mencerminkan sikap defensif investor menjelang rilis data ekonomi penting dan perkembangan geopolitik yang dapat menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.(alg)
Sumber: Newsmaker.id