Hang Seng Tergelincir, Saham Besar Tumbang di Tengah Badai Ketidakpastian
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 154 poin atau 0,6% ke level 23.916 pada Jumat (4/7), mencatat penurunan dua hari berturut-turut. Apa penyebabnya? Investor mulai bersikap hati-hati menjelang batas waktu 9 Juli untuk tarif timbal balik yang akan diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Selama minggu ini, indeks telah turun 1,5%, membalikkan kenaikan yang dicapai pada pekan sebelumnya.
Kapan tekanan tambahan muncul? Tekanan datang setelah Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan hasil penyelidikan terhadap impor brendi dari Uni Eropa. Hasilnya: Tiongkok akan mengenakan tarif hingga 34,9% selama lima tahun mulai 5 Juli. Di sisi lain, investor juga menantikan rilis data inflasi utama Tiongkok—CPI dan PPI bulan Juni—yang dijadwalkan minggu depan, karena risiko deflasi masih membayangi perekonomian negara tersebut.
Meski pasar AS tutup untuk libur Hari Kemerdekaan, sentimen tetap tercampur. Kabar baik datang dari potensi stimulus ekonomi dalam pertemuan Politbiro Tiongkok mendatang dan rencana AS untuk melonggarkan pembatasan ekspor software desain chip ke Tiongkok. Namun, beberapa saham unggulan seperti AIA Group (-4,6%), Techtronic Industries (-2,9%), dan China Overseas Land (-2,3%) mencatat penurunan tajam yang menekan indeks lebih lanjut.
Sumber: (ayu-newsmaker)