Trump Desak Iran “Menyerah Tanpa Syarat”, Negosiasi Ditutup
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak ingin menegosiasikan akhir perang dengan Iran dan menuntut Teheran menyerah tanpa syarat, di tengah berlanjutnya serangan udara AS dan Israel. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis tidak akan ada kesepakatan “kecuali UNCONDITIONAL SURRENDER,” serta menyatakan AS dan sekutunya akan memilih “GREAT & ACCEPTABLE Leader(s)” untuk Iran.
Pernyataan tersebut muncul saat perang AS–Israel melawan Iran terus menambah korban. Materi menyebut sedikitnya 1.332 orang tewas di Iran sejauh ini, dengan puluhan lainnya meninggal di negara-negara kawasan akibat serangan balasan. Enam tentara AS dilaporkan tewas, seluruhnya pada dua hari pertama konflik.
Iran kini bersiap memilih pengganti Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang tewas pada 28 Februari, hari pertama konflik. Mojtaba Khamenei, putra kedua tertua mendiang Khamenei, disebut masuk bursa. Trump menyebut Mojtaba “lightweight” dan menegaskan ingin terlibat langsung dalam penentuan pemimpin berikutnya, seraya mendorong perubahan struktur kepemimpinan Iran.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Kamis, Trump juga menyiratkan target yang lebih luas dari sekadar kesepakatan penghentian perang. Ia mengatakan ingin struktur kepemimpinan Iran “dibersihkan” dan menolak skenario yang memungkinkan rezim membangun kembali kapasitasnya dalam jangka panjang, memperkuat persepsi bahwa tujuan akhir perang masih bergerak dan berpotensi memperpanjang ketidakpastian geopolitik. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id