Wall Street Mixed, Saham Chip Jadi Beban
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (15/7) setelah pasar mencerna data inflasi produsen yang lebih rendah dari perkiraan. S&P 500 naik 0,4%, Dow Jones menguat 150 poin, sementara Nasdaq 100 melemah 0,3% karena tekanan pada saham chip.
Data Producer Price Index atau PPI AS menunjukkan harga produsen utama dan inti naik lebih rendah dari ekspektasi pada Juni. Data ini memperkuat laporan CPI yang juga lebih jinak sehari sebelumnya, sehingga menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya.
Sentimen positif dari data inflasi membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap kenaikan harga energi akibat konflik AS-Iran. Namun, tekanan di sektor semikonduktor membuat penguatan indeks teknologi tertahan, terutama setelah saham chip memori dan SpaceX melemah.
Dari sisi kinerja emiten, Morgan Stanley naik 0,2% setelah membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan. JPMorgan dan Goldman Sachs juga masing-masing menguat 1,1%, melanjutkan sentimen positif dari laporan keuangan sektor perbankan. BlackRock bahkan melonjak 6,6% setelah merilis hasil kinerja, sementara Johnson & Johnson turun 2,7%.
Saham teknologi besar masih menjadi penopang pasar. Microsoft naik 2,8%, Amazon menguat 3%, dan Alphabet melesat 3,2%, didukung sentimen positif dari hasil ASML yang naik 2,3%. Dampaknya ke market, Wall Street masih mendapat dorongan dari inflasi yang melandai, tetapi tekanan saham chip dan risiko energi membuat reli belum merata.(yds)
Sumber: Newsmaker.id