Bursa Eropa Melemah Tertekan Suku Bunga
Bursa saham Eropa dibuka melemah tajam pada perdagangan Selasa (23/06), setelah optimisme awal terhadap kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran mulai memudar. Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik tidak cukup kuat menahan tekanan pasar, karena investor kembali mencemaskan prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Indeks pan-European STOXX 600 turun 1%, sementara DAX Jerman melemah 1,3%. CAC 40 Prancis dan FTSE MIB Italia masing-masing turun sekitar 1%, sedangkan FTSE 100 London terkoreksi 0,7%. Pelemahan ini menunjukkan bahwa pasar Eropa masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter, terutama setelah reli sebelumnya membawa sejumlah indeks mendekati level tertinggi.
Di Inggris, investor juga mencermati dampak politik setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri. Namun, reaksi pasar terlihat cukup terbatas karena investor dinilai mulai menerima kemungkinan Andy Burnham sebagai kandidat kuat pengganti. Kondisi ini membuat tekanan di pasar Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global dibandingkan faktor politik domestik.
Kekhawatiran utama pasar saat ini adalah dampak inflasi dari konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama tiga bulan. Investor mulai menilai seberapa besar kenaikan harga energi dan gangguan pasokan telah masuk ke harga konsumen, serta apakah kondisi tersebut dapat memaksa European Central Bank atau ECB menaikkan suku bunga kembali pada paruh kedua tahun ini. ECB sendiri telah menaikkan suku bunga satu kali tahun ini, sementara pasar masih bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan tambahan.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data PMI zona euro sebagai petunjuk terbaru mengenai aktivitas ekonomi kawasan tersebut. Presiden ECB Christine Lagarde sebelumnya menyatakan bahwa tekanan inflasi masih besar, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi jangka panjang secara signifikan. Ke depan, selain arah kebijakan bank sentral, musim laporan keuangan emiten juga akan menjadi katalis penting bagi pasar saham Eropa. Di antara saham individu, Heineken menguat 1,5% setelah menunjuk Rafa Oliveira sebagai CEO baru.(asd)
Sumber: Newsmaker.id