• Tue, May 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 May 2026 09:26  |

Saham Korea Cetak Rekor Baru Saat AS Siapkan “Project Freedom”

Saham Korea Selatan mencetak rekor baru pada Senin, memperpanjang momentum setelah mencatat kenaikan bulanan terkuat dalam 28 tahun pada April. Penguatan terjadi saat investor menimbang dinamika risiko geopolitik di Timur Tengah, terutama dampak penutupan Selat Hormuz terhadap energi dan sentimen risiko kawasan.

Katalis utama risiko datang dari rencana AS untuk “membebaskan” kapal-kapal yang tertahan sejak penutupan Selat Hormuz akibat perang Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut upaya itu sebagai “Project Freedom”, dengan fokus pada evakuasi kapal sipil berbendera negara yang tidak terafiliasi konflik agar kembali dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dukungan militer untuk operasi tersebut mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 aset udara berbasis darat dan laut, platform nirawak lintas domain, serta 15.000 personel. Pasar minyak bergerak volatil seiring pelaku pasar menilai implikasi rencana ini terhadap kelancaran pasokan: WTI Juni naik 0,98% ke US$102,92 per barel, sementara Brent Juli naik 1,07% ke US$109,31.

Di Asia, Kospi mengakhiri sesi naik 5,12% ke 6.936,99, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix menyentuh rekor intraday, masing-masing naik 5,44% dan 12,52%, didorong sentimen positif menyusul kinerja laba teknologi AS. Indeks regional lain cenderung menguat, meski Australia S&P/ASX 200 turun 0,37% ke 8.697,10; Hang Seng naik 1,26% dan Nifty 50 naik 0,44%, sementara pasar Jepang dan China tutup karena hari libur.

Kontrak berjangka saham AS bergerak bervariasi: S&P 500 futures naik 0,11% dan Nasdaq 100 futures naik 0,33%, sedangkan futures Dow turun sekitar 0,1%. Pada Jumat, S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor intraday dan penutupan baru, sementara Dow turun 0,31%—mencerminkan pasar yang tetap risk-on pada tema teknologi, namun masih sensitif terhadap guncangan energi dan eskalasi geopolitik yang bisa mempengaruhi inflasi serta ekspektasi suku bunga. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai