Bursa Asia Melemah, Minyak Tembus $120 di Tengah Ketegangan Iran dan Sikap Fed
Bursa Asia-Pasifik dibuka mayoritas melemah pada Kamis (30/4), mengikuti pergerakan semalam di Wall Street, sementara harga minyak memperpanjang kenaikan di tengah ketegangan AS–Iran. Sentimen pasar tertahan setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump meminta persiapan blokade Iran yang lebih panjang, dan menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur penting Selat Hormuz.
Harga minyak naik setelah laporan media menyatakan AS akan mempertahankan blokade pelabuhan Iran sampai ada kesepakatan yang membahas program nuklir Teheran. Brent naik sekitar 1,96% ke kisaran $120 per barel, sementara WTI bertambah sekitar 0,2% ke $107,09, menjaga kekhawatiran inflasi energi tetap tinggi.
Di kawasan, S&P/ASX 200 Australia turun 0,43%. Jepang melemah setelah perdagangan kembali dibuka pasca libur, dengan Nikkei 225 turun 0,91% dan Topix jatuh 1,48%. Korea Selatan bergerak campuran: Kospi naik 0,36% sementara Kosdaq turun 0,25%, mencerminkan sikap selektif investor.
Untuk Hong Kong, Hang Seng futures berada di sekitar 25.729, lebih rendah dibanding penutupan indeks pada Rabu di 26.111,84, mengindikasikan potensi pembukaan melemah. Di AS, futures bergerak beragam: S&P 500 futures naik 0,3%, Nasdaq 100 futures naik 0,5%, sementara Dow futures turun 128 poin atau 0,2%.
Semalam di Wall Street, Dow Jones turun 0,57% ke 48.861,81 dan mencatat penurunan lima hari beruntun. S&P 500 turun tipis 0,04% ke 7.135,95, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,04% ke 24.673,24. Dengan The Fed menahan suku bunga, pasar kini menilai risiko inflasi energi dan geopolitik menjadi faktor kunci yang bisa membatasi risk appetite di ekuitas.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id