Bursa Eropa Ditutup Turun Ditengah Lonjakan Harga Minyak
Saham-saham Eropa ditutup melemah tajam pada Senin (9/3) seiring pelaku pasar memantau eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang kembali mengangkat kekhawatiran inflasi.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sementara turun sekitar 0,7%, dengan sebagian besar bursa utama dan hampir seluruh sektor berada di zona merah, kecuali sektor minyak dan gas.
Tekanan risk-off menguat setelah harga minyak naik pada Minggu dan sempat menembus US$110 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022. Pada perdagangan terbaru, kontrak berjangka WTI naik sekitar 5% di US$95,81 per barel, sementara Brent menguat hampir 8% di sekitar US$100 per barel.
Kenaikan harga energi tersebut segera merembet ke pasar obligasi. Imbal hasil surat utang pemerintah di Eropa sempat naik tajam karena perang di Iran dan reli minyak memicu kekhawatiran bahwa tekanan biaya energi dapat memperpanjang laju inflasi, yang pada gilirannya berpotensi mempersulit jalur penurunan suku bunga.
Dari AS, sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Donald Trump di Truth Social pada Minggu yang menilai kenaikan “harga minyak jangka pendek” sebagai “harga yang sangat kecil” untuk membalas ancaman nuklir Iran. Komentar ini mempertegas persepsi pasar bahwa volatilitas energi dapat bertahan selama ketidakpastian geopolitik belum mereda.
Ke depannya, pelaku pasar akan memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap pasokan energi, arah pergerakan harga minyak, serta respons pasar obligasi yang menjadi barometer ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter.(yds)
Sumber: Newsmaker.id