Dow Turun 450 Poin, Catat Pekan Terburuk Hampir Setahun saat Minyak Tembus $90
Saham-saham AS melemah pada Jumat (6/3) dan memperdalam penurunan mingguan, setelah harga minyak melonjak dan pelaku pasar bereaksi terhadap penurunan tak terduga pada data penciptaan lapangan kerja AS.
Dow Jones Industrial Average turun 453 poin atau 0,95%. S&P 500 melemah 1,3%, sementara Nasdaq Composite turun 1,6%.
Di pasar energi, WTI menembus $90 per barel dan menutup pekan dengan lonjakan sekitar 35%—menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak perdagangan futures minyak dimulai pada 1983—ketika investor menimbang dampak perang AS–Iran terhadap pasokan energi global. Harga minyak melonjak pada Jumat setelah Presiden Donald Trump menulis di Truth Social bahwa tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS–Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari negara di Timur Tengah tersebut.
Risiko pasokan juga makin diperhatikan setelah Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi mengatakan kepada Financial Times bahwa produsen energi Teluk kemungkinan perlu mengumumkan force majeure dalam beberapa hari ke depan—langkah yang berarti penghentian produksi—yang dapat mendorong minyak ke $150 per barel. Ia memperingatkan konflik Timur Tengah bisa “menjatuhkan ekonomi dunia”.
Nada kehati-hatian juga terlihat di Wall Street. Profesor emeritus Wharton Jeremy Siegel mengatakan ia sangat waspada, dan jika tidak ada terobosan akhir pekan ini, pasar berpotensi melihat minyak $100 pada pekan depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id