Dari Eropa ke Asia: Satu Isu Ini Bikin Bursa Serempak Melemah
Saham-saham Eropa masih tertekan karena ketegangan dagang makin panas. Indeks Stoxx 600 turun 0,6% saat pelaku pasar memilih menahan diri menjelang penampilan Donald Trump di Davos hari Rabu. Kekhawatiran juga datang dari lonjakan imbal hasil obligasi global, sementara Citi bahkan menurunkan peringkat saham Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.
Tekanan di Eropa menyebar ke berbagai sektor. Saham barang mewah ikut terpuruk setelah Trump kembali menggembar-gemborkan kemungkinan tarif 200% untuk anggur dan sampanye Prancis—LVMH turun 1,7%. Sektor industri jadi yang paling lemah, menandakan investor mulai menghindari saham yang sensitif terhadap perang dagang dan biaya pendanaan.
Di AS, kontrak berjangka ikut melemah: S&P 500 turun 1,5% dan Nasdaq turun 1,7%. Arah pasar berikutnya kemungkinan ditentukan saat Wall Street buka—apakah aksi jual makin besar, atau justru trader AS menganggap isu Greenland tidak sebesar yang dikhawatirkan Eropa. Di Asia Pasifik, sentimen juga negatif: Nikkei 225 terseret kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB), dan Kospi akhirnya berhenti melanjutkan reli kuatnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id