Yen Menguat, Intervensi Jepang?
Yen Jepang menguat di sesi Asia pada Selasa(28/10) dan menjauh dari posisi terlemah dua minggu terakhir terhadap dolar AS, dengan USD/JPY bergerak di area 152,8 per dolar. Penguatan ini muncul setelah Menteri Ekonomi Jepang Minoru Kiuchi memberi sinyal bahwa pemerintah siap mengawasi dan, bila perlu, campur tangan untuk menghentikan pelemahan yen yang terlalu cepat. Komentar itu membuat pelaku pasar buru-buru mengurangi posisi jual terhadap yen menjelang dua agenda besar minggu ini: pertemuan FOMC (The Fed) yang dimulai hari ini dan keputusan Bank of Japan (BoJ) pada Kamis.
Dari sisi fundamental, pasar juga mulai melihat perubahan di Jepang sendiri. Data terbaru menunjukkan inflasi sektor jasa Jepang naik untuk bulan kedua berturut-turut di September. Ini memperkuat pandangan bahwa BoJ pada akhirnya bisa mulai menaikkan suku bunga secara bertahap, setelah bertahun-tahun ultra-longgar. Di sisi lain, pasar sudah hampir sepenuhnya yakin The Fed akan memangkas suku bunga lagi dua kali sebelum akhir tahun, sehingga tekanan terhadap yen sedikit berkurang. Faktor ini, plus ketidakpastian hasil negosiasi dagang AS-Tiongkok, memberi dukungan tambahan untuk yen. Namun, ruang penguatan yen tetap terbatas karena investor tahu Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi, ingin dorong belanja fiskal besar, yang bisa bikin BoJ tetap hati-hati. (az)
Sumber: Newsmaker.id