Yen Balik Nafas: Sinyal Rate Hike atau Cuma Gertak?
Yen Jepang mulai sedikit pulih setelah sempat melemah tajam terhadap dolar AS, karena data dalam negeri menunjukkan tekanan harga jasa masih kuat dan biaya tenaga kerja naik. Ini bikin pasar mikir: Bank of Japan mungkin akan tetap di jalur normalisasi kebijakan, pelan tapi jalan, karena inflasi Jepang sudah bertahan di atas target 2% dan bukan cuma karena harga energi, tapi juga karena faktor domestik seperti upah. Ekspektasinya, BoJ masih membuka peluang kenaikan suku bunga bertahap di kuartal empat atau awal tahun depan, walau sekarang suku bunga acuannya masih sangat rendah di sekitar 0,5%.
Tapi pasar juga tahu ini tidak sesederhana “JPY menguat, BoJ naikkan bunga sekarang.” Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi, mendorong stimulus fiskal besar dan cenderung pro-kebijakan longgar, karena dia mau dukung pertumbuhan dan jaga daya beli rumah tangga — bukan buru-buru mengetatkan. Itu bikin banyak trader menahan diri pasang taruhan agresif di yen, sambil nunggu dua hal besar minggu ini: rapat BoJ dua hari yang kemungkinan masih tahan suku bunga, dan keputusan The Fed di AS yang akan menggerakkan dolar. Artinya, pergerakan USD/JPY ke depan masih ditentukan kombinasi politik Tokyo + sinyal suku bunga Washington. (az)
Sumber: Newsmaker.id