Yen Menguat, Pasar Makin Yakin BOJ Naikkan Suku Bunga
Pasangan USD/JPY kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat di sesi Asia, turun ke area 155,65 setelah rilis data inflasi Tokyo. Meski begitu, pergerakan pekanan masih menunjukkan kecenderungan positif untuk minggu kedua beruntun, sehingga pasar dinilai perlu berhati-hati sebelum mengambil posisi besar untuk kelanjutan koreksi dari puncak dua pekan yang tercapai pada Rabu.
Data terbaru menunjukkan inflasi inti Tokyo indikator yang banyak dipantau pasar turun di bawah target 2% Bank of Japan (BOJ) untuk pertama kalinya sejak 2024. Namun, inflasi masih berada di atas rata-rata historis, dan dikombinasikan dengan pernyataan pejabat BOJ yang bernada lebih hawkish, hal ini menjaga ekspektasi pasar bahwa BOJ masih memiliki ruang untuk mengetatkan kebijakan secara bertahap. Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan kembali bahwa sikap dasarnya adalah tetap menaikkan suku bunga apabila peluang terwujudnya proyeksi ekonomi dan inflasi meningkat. Anggota Dewan BOJ Hajime Takata juga menyebut kenaikan suku bunga lanjutan perlu dilakukan secara gradual.
Di sisi lain, ada faktor yang menahan penguatan yen agar tidak terlalu agresif. Sejumlah laporan menyebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan kehati-hatian terhadap pengetatan tambahan dalam pertemuannya dengan gubernur BOJ. Kekhawatiran terkait kesehatan fiskal Jepang juga dinilai bisa membatasi ruang beli yen. Sementara itu, dolar AS masih bertahan dekat level tertinggi bulanan, sehingga penurunan USD/JPY berpotensi tidak berjalan mulus.
Dari Amerika Serikat, dolar mendapat dukungan setelah pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Risalah rapat FOMC Januari mengindikasikan bank sentral tidak terburu-buru memangkas suku bunga, bahkan sempat membahas kemungkinan kenaikan jika inflasi tidak mendingin. Sikap ini menahan tekanan dari kekhawatiran dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap ekonomi, sekaligus menjaga USD tetap relatif kuat.
Selanjutnya, fokus pasar mengarah ke rilis Producer Price Index (PPI) AS pada sesi Amerika Utara. Selain itu, komentar pejabat FOMC berpengaruh juga berpotensi menggerakkan permintaan dolar dan memberi arah pada USD/JPY. Dengan latar fundamental yang masih tarik-menarik BOJ cenderung hawkish di satu sisi, sementara USD tetap kokoh di sisi lain pasar menilai penurunan lanjutan pada pasangan ini kemungkinan masih akan dibeli saat turun selama tidak ada kejutan besar dari data AS.(asd)
Sumber : Newsmaker.id