Sentimen Berbalik, Dolar Pangkas Gain Mingguan
Indikator kekuatan dolar melemah pada Jumat (6/2), memangkas sebagian kenaikan mingguannya setelah mata uang AS tertekan terhadap mayoritas mata uang utama. Pelemahan terjadi ketika pasar saham reli dan sentimen berubah lebih risk-on, membalik posisi defensif (risk-off) yang sempat mendominasi. Sementara itu, yen cenderung stabil menjelang pemilu majelis rendah Jepang pada Minggu.
Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,4% pada Jumat, sehingga secara mingguan hanya tersisa naik sekitar 0,2%. Menurut Marc Chandler (Bannockburn Global), penguatan dolar sepanjang pekan ini lebih banyak bersifat “teknikal”, setelah tren turun kuat di akhir Januari tertahan usai pencalonan Warsh.
Di pasar obligasi, imbal hasil AS naik di sepanjang kurva. Yield tenor 10 tahun naik sekitar 3 bps ke 4,21%. Di sisi ekuitas, reli saham mendorong S&P 500 naik hampir 2%, mempertegas pergeseran sentimen ke aset berisiko.
Dolar juga sempat mendekati level terendah sesi setelah rilis survei konsumen University of Michigan. Di saat yang sama, reli emas ikut mendorong mata uang yang sensitif terhadap komoditas—sehingga penguatan di saham dan komoditas “menggagalkan” positioning risk-off.
Pergerakan mata uang utama (Jumat):
AUD/USD melesat 1,3% ke 0,7016
NZD/USD naik 1,2% ke 0,6019
EUR/USD naik 0,4% ke 1,182
GBP/USD menguat 0,7% ke 1,3619
USD/JPY relatif stabil di 157,11, dengan pasar menimbang hasil pemilu Jepang dan sinyal hawkish dari salah satu anggota dewan BOJ.(yds)
Sumber: Bloomberg.com