Dolar Balik Nanjak, Yen Kena “Pressure” Jelang Pemilu Jepang
Dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang G10 pada sesi Eropa hari Rabu (4/2), setelah reli euro dan pound mulai “di rem” trader. Bloomberg Dollar Spot Index naik sekitar 0,2%, didukung kenaikan tipis imbal hasil US Treasury 10Y ke 4,27%. Pasar juga kembali fokus ke data AS setelah partial shutdown resmi berakhir Selasa malam.
Pergerakan paling menonjol datang dari Jepang. USD/JPY naik sekitar 0,55% ke kisaran 156,74 (area tertinggi sejak 23 Januari), karena yen melemah jelang pemilu penting akhir pekan ini—pasar menilai risiko kebijakan fiskal (belanja/pemotongan pajak/agenda pertahanan) masih menekan mata uang Jepang.
Sementara itu, EUR/USD memang sempat menguat, tapi kemudian balik mereda dan kini cenderung stabil di sekitar 1,18 (contoh: 1,1833 di laporan Reuters). GBP/USD berada di sekitar 1,3703 (naik tipis dari penutupan sebelumnya), seiring pasar menunggu keputusan ECB dan BoE yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.
Di blok komoditas, AUD/USD cenderung datar di 0,7021 (naik tipis dari penutupan sebelumnya). Sementara NZD/USD turun sekitar 0,4% ke 0,6024 setelah data menunjukkan tingkat pengangguran Selandia Baru naik ke level tertinggi dalam sekitar 10 tahun pada Q4—membuat ekspektasi kenaikan suku bunga jadi makin “dingin”. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id