Yen Kelelahan, Jepang Masih Santai?
Yen Jepang (JPY) kembali lemah terhadap Dolar AS di sesi Asia hari Senin(17/11) dan masih bergerak dekat level terendah sembilan bulan yang tercapai pekan lalu. Data terbaru menunjukkan ekonomi Jepang menyusut pada kuartal Juli–September untuk pertama kalinya dalam enam kuartal, tepat saat PM Sanae Takaichi menyiapkan paket stimulus fiskal dan tetap mendukung kebijakan moneter super longgar. Kombinasi stimulus plus suku bunga ultra-rendah ini membuat spekulasi kenaikan suku bunga BoJ mereda dan menambah tekanan pada Yen, sehingga USD/JPY bertahan di atas area 154,50.
Meski begitu, pelaku pasar mulai waspada. Banyak yang menilai pelemahan Yen yang berkepanjangan bisa memicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing untuk menahan kejatuhan lebih lanjut. Kekhawatiran inilah yang membuat trader enggan memasang posisi jual JPY secara agresif. Di saat yang sama, sentimen di bursa saham global yang cenderung lemah justru memberi sedikit “rem” bagi pelemahan Yen, karena JPY masih dipandang sebagai aset safe haven ketika risiko meningkat.
Di sisi lain, Dolar AS sendiri juga tidak sepenuhnya kuat, karena pasar masih khawatir dengan melambatnya momentum ekonomi AS setelah penutupan pemerintah terlama dalam sejarah. Hal ini membuat kenaikan USD/JPY yang sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir mulai dipertanyakan kelanjutannya. Pasar kini dibuat penasaran: siapa yang akan lebih dulu mengubah arah — BoJ dengan sikapnya, pemerintah Jepang dengan intervensinya, atau data ekonomi AS yang tiba-tiba mengejutkan? (az)
Sumber: Newsmaker.id