Ada yang Janggal di Balik Pelemahan Yen
Yen Jepang (JPY) bergerak dalam rentang yang sempit terhadap Dolar AS selama sesi Asia hari Jumat(14/11) dan masih bertahan dekat level terendah sembilan bulan yang tercapai sehari sebelumnya. Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari Rabu, yang menegaskan bahwa pemerintah tetap lebih suka suku bunga rendah dan ingin koordinasi erat dengan Bank of Japan (BoJ), membuat pasar kembali menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap ini menjadi salah satu alasan utama kenapa kinerja JPY belakangan ini tampak lemah.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya menutup kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ. Pelaku pasar masih melihat peluang sekitar 24% untuk kenaikan suku bunga pada Desember dan sekitar 46% pada Januari. Di sisi lain, pelemahan JPY yang terlalu cepat akhir-akhir ini memaksa Menteri Keuangan Satsuki Katayama dan Menteri Ekonomi Minoru Kiuchi mengeluarkan peringatan soal pergerakan mata uang. Peringatan ini memunculkan kekhawatiran bahwa pemerintah bisa saja turun tangan lewat intervensi jika pergerakan yen dinilai berlebihan.
Kombinasi potensi intervensi, sentimen penghindaran risiko, dan kecenderungan pelaku pasar untuk menjual Dolar AS membuat investor lebih hati-hati. Mereka enggan menempatkan posisi agresif di pasangan USD/JPY, sehingga kenaikan dolar terhadap yen menjadi terbatas. Alhasil, JPY memang masih berada di posisi lemah, tetapi ruang penguatan USD/JPY juga tidak benar-benar bebas mengingat pasar terus menimbang antara kebijakan suku bunga rendah dan risiko langkah intervensi dari otoritas Jepang. (az)
Sumber: Newsmaker.id