Yen Menguat Tipis, Akankah Ada Kenaikan Suku Bunga Jepang?
Yen Jepang (JPY) menguat tipis pada sesi Asia Kamis(13/11), sedikit pulih dari level terendah sembilan bulan yang tercatat terhadap Dolar AS pada hari sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh komentar dari Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda, yang menyatakan bahwa inflasi inti Jepang perlahan-lahan mendekati target 2%. Hal ini memperkuat harapan pasar bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, ada spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin akan melakukan intervensi untuk membatasi pelemahan lebih lanjut pada yen, memberikan sedikit dukungan bagi mata uang tersebut.
Namun, meskipun ada optimisme terkait kemungkinan kenaikan suku bunga, para pedagang masih ragu tentang rencana BoJ mengingat sikap Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang pro-stimulus. Takaichi telah menunjukkan dukungan untuk kebijakan yang lebih longgar, yang membuat ketidakpastian mengenai langkah BoJ ke depan. Di sisi lain, optimisme terkait pembukaan kembali pemerintah AS juga membatasi penguatan yen, yang biasanya berfungsi sebagai safe haven dalam kondisi ketidakpastian global.
Sementara itu, Dolar AS (USD) mengalami kesulitan menarik pembeli, karena spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga dan kekhawatiran bahwa penutupan pemerintah AS yang panjang dapat mempengaruhi perekonomian. Hal ini membuat pasar menjadi lebih hati-hati, dan pergerakan USD/JPY tetap terbatas. Dengan situasi yang tidak pasti di kedua sisi, para pelaku pasar tetap menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kebijakan moneter di Jepang dan AS. (az)
Sumber: Newsmaker.id