Yen Menguat, Kapan BOJ Bergerak?
Yen diperdagangkan mendekati 153 per dolar pada Jumat(7/11), mempertahankan penguatan sesi sebelumnya. Arah “risk-off” global—dipicu kekhawatiran valuasi saham AI yang kelewat mahal—mendorong permintaan aset aman seperti yen. Dolar AS juga melemah setelah tanda pasar tenaga kerja AS mendingin, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat makin kuat.
Dari sisi domestik, data Jepang campur aduk. Pengeluaran rumah tangga naik 1,8% di September, melambat dari 2,3% di Agustus dan di bawah perkiraan 2,5%. Upah nominal tumbuh 1,9% (vs 1,5% bulan sebelumnya) ditopang gaji pokok yang stabil dan lembur yang moderat, tetapi belum mengalahkan inflasi: upah riil masih turun 1,4% yoy—penurunan kesembilan berturut-turut.
Ke depan, kebijakan Bank of Japan tetap jadi kunci. Gubernur Kazuo Ueda menegaskan prospek upah 2026 akan krusial untuk menentukan waktu pengetatan lanjutan, setelah BOJ kembali menahan kebijakan pekan lalu. Selama upah riil belum pulih, yen bisa tetap ditopang sentimen aman, namun dorongan fundamental jangka panjang masih menunggu sinyal kuat dari pasar tenaga kerja. (az)
Sumber: Newsmaker.id