Safe Haven Beradu, USD/CHF Tetap Naik
USD/CHF melanjutkan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Kamis (23/7). Pasangan ini bergerak di sekitar 0,8150 pada sesi Eropa, didukung oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dolar AS kembali mendapat dorongan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran bisa semakin intensif jika Teheran tetap menolak negosiasi. Rubio menyebut tekanan terhadap Iran akan terus meningkat sampai negara tersebut bersedia berubah sikap.
Ketegangan regional juga meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika kapal-kapal di Selat Hormuz kembali menjadi target. Teheran membalas dengan ancaman terhadap aset energi yang terkait dengan AS.
Risiko semakin melebar setelah Houthi yang didukung Iran menembakkan rudal dan drone ke dua tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan ini menjadi ancaman baru bagi jalur ekspor minyak Saudi dan membuka front berbahaya di luar Selat Hormuz.
Di sisi lain, franc Swiss masih berpotensi mendapat dukungan dari kenaikan yield obligasi Swiss. Imbal hasil obligasi pemerintah Swiss tenor 10 tahun naik mendekati 0,49%, level tertinggi sekitar dua bulan, karena pasar mencemaskan inflasi energi dan arah kebijakan moneter.
Dampaknya ke market, USD/CHF masih berpotensi bertahan kuat selama dolar AS ditopang safe haven dan konflik Timur Tengah belum mereda. Namun, kenaikan franc Swiss bisa membatasi penguatan pasangan ini jika investor juga mencari aset aman di Swiss. Pasar juga mencermati kemungkinan intervensi SNB jika penguatan CHF dinilai terlalu tajam.(arl)
Sumber : Newsmaker.id