Dolar Menguat Jelang Laporan Inflasi dan Tenggat Tarif AS–Tiongkok
Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (11/8), sehari sebelum tenggat waktu kesepakatan tarif antara Washington dan Beijing, serta rilis data inflasi AS yang dapat menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve bulan depan.
Indeks dolar naik 0,3% ke 98,50 setelah melemah 0,4% pekan lalu. Terhadap yen, dolar naik tipis 0,1% menjadi 147,95, sementara euro turun 0,2% ke $1,1636 dan poundsterling melemah 0,3% ke $1,34195.
Penguatan dolar sebagian dipicu oleh penyesuaian posisi pasar menjelang rilis indeks harga konsumen (CPI), dengan ekspektasi kenaikan inti 0,3% di bulan Juli yang akan mendorong inflasi tahunan ke 3%.
Data yang lebih tinggi bisa membuat The Fed menunda pemangkasan suku bunga, sementara data yang lebih rendah akan memperkuat peluang pemangkasan pada September.
Saat ini, pasar uang memperkirakan peluang 90% untuk pemangkasan suku bunga bulan depan dan total 58 basis poin pelonggaran hingga akhir tahun, setara dengan dua kali pemangkasan 25 bps dan kemungkinan sepertiga untuk pemangkasan ketiga.
Dari mata uang lain, dolar Australia melemah 0,3% ke $0,65080 jelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia pada Selasa, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,60% akibat inflasi kuartal II yang lebih lemah dan tingkat pengangguran tertinggi dalam 3,5 tahun.
Di pasar kripto, bitcoin naik 1,4% ke $119.981, mendekati rekor 14 Juli di $123.153,22, sementara ether menguat 1,3% ke $4.280,25 setelah perintah eksekutif Trump mengizinkan kepemilikan kripto di akun pensiun AS.(yds)
Sumber: Reuters