Dolar Stabil Pasca Jatuh Akibat Data Ketenagakerjaan Lemah
Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis 0,2% ke level 98,765 pada Selasa (5/8) waktu Eropa, setelah sempat turun ke posisi terendah dalam sepekan terakhir. Penguatan ini mencerminkan konsolidasi pasar menyusul pelemahan tajam yang dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu yang mengecewakan, memicu ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed mulai September.
Saat ini, pasar memperkirakan kemungkinan lebih dari 90% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan, dibandingkan hanya 63% sepekan sebelumnya. Goldman Sachs bahkan memperkirakan tiga kali pemangkasan berturut-turut sebesar 25 basis poin, dengan peluang pemangkasan 50 bps jika pengangguran kembali naik.
Sementara Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa risiko kini condong ke arah lebih banyak pemangkasan tahun ini, mengingat pasar tenaga kerja yang melemah dan tidak adanya tekanan inflasi akibat tarif.
Dari kawasan Eropa, EUR/USD turun 0,3% ke 1.1544 setelah data PMI Jasa Prancis menunjukkan kontraksi lebih dalam di bulan Juli. GBP/USD juga melemah 0,1% ke 1.3277.
Sementara itu, USD/JPY naik tipis ke 147.25, didukung data PMI jasa Jepang yang positif. AUD/USD menguat 0,1% ke 0.6468 dan USD/CNY juga naik 0,1% ke 7.1856 meskipun data jasa Tiongkok menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan.(yds)
Sumber: Investing.com