Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Sesi, Fokus Rapat FOMC
Dolar AS (USD) tetap dalam posisi kuat pada hari Rabu (9/7), meskipun momentumnya sedikit mereda setelah pembukaan yang lebih kuat di awal hari. Mata uang Greenback dibuka dengan nada yang agak bullish di tengah ketegangan tarif yang terus berlanjut dan sentimen pasar yang berhati-hati.
Investor tetap waspada setelah ancaman tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump dan perpanjangan tenggat waktu untuk tarif balasan, yang terus menekan minat risiko dan mendorong arus investasi ke aset safe haven seperti Dolar AS.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama, naik sekitar 1,5% dari level terendahnya pada 1 Juli di 96,38 -- level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Namun, setelah mencatat level tertinggi intraday di 97,75, indeks tersebut kemudian turun ke sekitar 97,50 selama sesi perdagangan Amerika, seiring pasar menantikan rilis Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan Rabu pukul 18:00 GMT.
Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama setelah Presiden Trump meningkatkan ancaman tarif dalam pertemuan Kabinet di Gedung Putih pada Selasa. “Hari ini kita kenakan tarif untuk tembaga,” ujarnya, mengumumkan tarif tinggi sebesar 50% terhadap impor tembaga guna meningkatkan produksi domestik dan mengembalikan lapangan kerja manufaktur ke Amerika Serikat.
Ia juga memperingatkan bahwa tarif untuk produk farmasi akan “dikenakan tarif yang sangat, sangat tinggi, seperti 200 persen,” seraya menambahkan bahwa kebijakan ini akan diumumkan segera dan mulai berlaku paling cepat satu tahun ke depan.(yds)
Sumber: FXStreet