Dolar Datar, Yen Masih Jadi Sorotan
Indeks dolar AS bergerak nyaris stagnan pada akhir perdagangan Selasa (4/8) di sekitar 99,89. Dolar belum mampu menentukan arah setelah tertekan oleh intervensi yen serta ketidakpastian mengenai langkah suku bunga Federal Reserve. Euro menguat ke sekitar US$1,1524, sedangkan pound sterling naik ke US$1,3452.
Perhatian pasar masih tertuju pada yen setelah Amerika Serikat dan Jepang melakukan intervensi terkoordinasi. USD/JPY berada di sekitar 157,45, naik tipis dari sesi sebelumnya, tetapi masih jauh di bawah level 163,99 yang tercatat pada Juli. Yen sebelumnya sempat menguat hingga 155,20 per dolar AS, level terbaiknya dalam tiga bulan.
Aksi tersebut menjadi intervensi bersama pertama sejak 2011 dan pembelian yen pertama oleh AS sejak 1998. Keterlibatan Washington memperkuat pesan bahwa AS dan Jepang tidak ingin pelemahan yen mengganggu pasar obligasi, perdagangan, dan stabilitas ekonomi Asia. Namun, dampaknya dapat terbatas apabila tidak didukung kenaikan suku bunga Bank of Japan atau penyempitan selisih yield dengan AS.
Dari sisi ekonomi, lowongan kerja JOLTS AS turun menjadi 7,359 juta pada Juni. Angka tersebut menunjukkan permintaan tenaga kerja mulai melandai, meskipun jumlah perekrutan tetap sekitar 5,3 juta dan tingkat PHK belum mengalami lonjakan. Data ini belum cukup lemah untuk mengubah pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.
Dolar juga tertahan oleh penurunan harga minyak setelah AS, Qatar, Oman, dan Iran menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz. Minyak yang lebih rendah dapat meredakan risiko inflasi dan mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed, tetapi belum ada kesepakatan final sehingga risiko geopolitik masih membatasi pelemahan dolar.
Analisis Newsmaker: DXY masih berpotensi bergerak konsolidatif menjelang laporan NFP. Area 100,00–100,10 menjadi resistance terdekat, sedangkan 99,70–99,50 menjadi support. Untuk USD/JPY, penguatan di atas 158,00 dapat membuka pergerakan menuju 160,00, tetapi juga meningkatkan ancaman intervensi lanjutan. Sebaliknya, penurunan di bawah 155,20 dapat memperkuat momentum yen. Data NFP yang kuat cenderung mengangkat dolar, sedangkan hasil yang lemah dapat kembali menekan DXY dan mendukung yen serta emas. (arl)
Sumber : Newsmaker.id