• Tue, Apr 28, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 April 2026 22:34  |

Proposal Iran Angkat Sentimen, Dolar Turun Tipis

Dolar AS turun tipis pada Senin (27/4) ketika harapan kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah kembali naik-turun, membuat investor cenderung menahan posisi menjelang rangkaian rapat bank sentral pekan ini. Indeks dolar (DXY) turun 0,3% ke 98,32, sementara Brent naik 1% ke US$106,40/barel.

Sentimen sempat terbantu laporan Axios bahwa Iran menyampaikan proposal baru kepada AS melalui mediator Pakistan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran dan pengakhiran perang, dengan pembahasan nuklir ditunda ke tahap berikutnya. Namun sebagian pelaku pasar menilai isu nuklir tetap menjadi titik ganjal utama, karena kesepakatan yang tidak menyentuh program nuklir Iran berisiko sulit secara politik di AS.

Pergerakan dolar mencerminkan tarik-menarik dua kanal. Di satu sisi, eskalasi perang sebelumnya membuat dolar diuntungkan sebagai aset aman pada Maret. Di sisi lain, harapan diplomasi sejak awal April mengikis premi safe haven itu, meski dolar cenderung stabil lagi belakangan setelah pembicaraan AS–Iran sempat mandek.

Di G10, EUR/USD naik 0,15% ke US$1,1741. Pasar menilai Fed kemungkinan besar menahan suku bunga, dan ECB juga diperkirakan tetap menahan pada rapat pekan ini meski bias kebijakan dinilai lebih hawkish untuk merespons guncangan energi bagi kawasan importir minyak.

Fokus Asia tertuju pada yen yang kembali “terkunci” mendekati level sensitif 160. USD/JPY turun ke 159,17, menjelang keputusan Bank of Japan pada Selasa yang diperkirakan menahan suku bunga namun memberi sinyal kesiapan mengetatkan paling cepat Juni. Level 160 tetap menjadi area yang diawasi pasar karena berpotensi memunculkan kembali isu intervensi jika sinyal BOJ terdengar terlalu dovish.

Pasar akan memantau konfirmasi pertemuan lanjutan AS–Iran dan detail proposal, dinamika arus Hormuz melalui pergerakan minyak, serta nada pernyataan Fed, ECB, dan BOJ—terutama respons yen di sekitar 160. (Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai