DXY Bertahan di 99-an, Data Claims Kunci Fed “Hold”
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di area 99-an pada sesi Asia Jumat, meski bergerak melemah tipis setelah menguat pada perdagangan sebelumnya. Pasar kini menunggu katalis lanjutan dari rilis Industrial Production AS serta komentar pejabat Federal Reserve yang bisa menentukan arah dolar menjelang akhir pekan.
Dukungan utama dolar datang dari data Initial Jobless Claims yang turun tak terduga ke 198 ribu untuk pekan yang berakhir 10 Januari. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan pasar 215 ribu dan turun dari pekan sebelumnya 207 ribu (revisi). Data ini mempertegas bahwa gelombang PHK masih terbatas dan pasar tenaga kerja tetap bertahan meski suku bunga tinggi.
Kondisi itu membuat pasar makin yakin The Fed belum perlu buru-buru melonggarkan kebijakan. Kontrak Fed funds memperkuat skenario suku bunga ditahan dalam waktu dekat, dan probabilitas “hold” pada pertemuan 27–28 Januari berada di kisaran 95% menurut pemantauan CME FedWatch.
Sejalan dengan itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga berikutnya juga banyak bergeser ke Juni atau setelahnya. Penyebabnya dua: data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan serta kekhawatiran pejabat Fed bahwa inflasi masih “lengket” dan butuh waktu lebih panjang untuk kembali aman di dekat target.
Sentimen pasar juga membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak berencana mencopot Ketua The Fed Jerome Powell, sekaligus memberi sinyal pendekatan “tahan dulu” terkait Iran. Kombinasi ini meredakan kecemasan pasar pada dua sisi: independensi bank sentral dan risiko eskalasi geopolitik.
Dari sisi perdagangan, dolar mendapat tambahan dukungan dari kesepakatan AS–Taiwan yang bertujuan memperkuat produksi semikonduktor di AS. Kesepakatan ini dipandang positif untuk narasi investasi manufaktur dan rantai pasok, sekaligus memberi alasan pasar untuk tetap mempertahankan posisi dolar di level tinggi.
5 inti poin
DXY bertahan di 99-an, melemah tipis di sesi Asia
Jobless Claims turun ke 198K - pasar kerja masih solid
Probabilitas Fed tahan suku bunga (Jan 27–28) sekitar 95%
Ekspektasi rate cut bergeser ke Juni+ karena inflasi masih “lengket”
Sentimen terbantu oleh Trump tak copot Powell + sinyal “tahan dulu” soal Iran - deal AS–Taiwan (asd)
Sumber: Newsmaker.id