Dolar Mendadak Loyo — Pasar Takut The Fed “Diacak” Politik?
Nilai dolar AS melemah pada Senin, dengan indeks dolar turun ke sekitar 98,9 dan memutus reli empat hari. Pelemahan ini terjadi setelah muncul kabar jaksa federal membuka penyelidikan kriminal terkait Ketua The Fed, Jerome Powell, yang langsung memunculkan kekhawatiran soal independensi bank sentral.
Pasar menangkap sinyal bahwa tekanan politik bisa ikut campur dalam kebijakan suku bunga. Powell sendiri menilai ancaman dakwaan pidana hanyalah “dalih” untuk mendorong The Fed agar sejalan dengan preferensi pemerintahan Trump.
Kekhawatiran terbesar investor adalah: kalau independensi The Fed terganggu, keputusan suku bunga bisa jadi tidak lagi murni berdasarkan data ekonomi, tapi dipengaruhi kepentingan politik. Ini bikin investor mengurangi posisi di dolar.
Dolar juga ditekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini. Setelah laporan nonfarm payrolls Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan lebih rendah dari perkiraan, pasar kembali bertaruh The Fed masih akan lanjut menurunkan suku bunga.
Fokus berikutnya minggu ini adalah data inflasi terbaru dan laporan kinerja bank-bank besar, yang bisa mengubah arah ekspektasi suku bunga. Di luar itu, pasar juga menimbang risiko geopolitik, terutama protes yang makin memanas di Iran dan ketidakpastian yang meningkat di Amerika Selatan.
5 Poin Inti :
- Indeks dolar turun ke sekitar 98,9, memutus reli 4 hari.
- Penyebab utama: kekhawatiran independensi The Fed setelah penyelidikan terkait Powell.
- Powell menilai ancaman dakwaan adalah “dalih” untuk menekan kebijakan suku bunga.
- Data pekerjaan AS yang lebih lemah bikin ekspektasi rate cut tetap kuat.
- Pasar menunggu data inflasi & earnings bank, sambil waspada risiko geopolitik Iran & Amerika Selatan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id