Dolar Siap Catat Kenaikan Mingguan Beruntun Keduanya
Dolar menguat pada Jumat (9/1) setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS lebih lambat dari perkiraan, yang mengindikasikan Federal Reserve bisa mempertahankan suku bunga tetap bulan ini.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% bulan lalu dari 4,5% (revisi) pada November, meski penambahan tenaga kerja hanya 50.000 pada Desember. Survei Reuters terhadap ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan 60.000.
Data pasar tenaga kerja terbaru ini dinilai memberi “ruang napas” bagi bank sentral untuk membiarkan biaya pinjaman jangka pendek tetap, sejalan dengan sinyal Ketua The Fed Jerome Powell bulan lalu bahwa pembuat kebijakan cenderung menahan perubahan setidaknya dalam waktu dekat. Pasar keuangan juga sempat bersiap menghadapi putusan Mahkamah Agung AS yang berpotensi membatalkan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump. Namun pengadilan tidak mengeluarkan putusan pada Jumat, meski keputusan masih bisa keluar pekan depan.
Indeks dolar naik 0,25% ke 99,13 dan berpeluang mencatat kenaikan dua pekan berturut-turut. Dolar naik 0,2% ke 0,801 terhadap franc Swiss, juga menuju kenaikan mingguan kedua beruntun.
Yen Jepang melemah setelah laporan menyebut Perdana Menteri Sanae Takaichi mempertimbangkan pemilu dadakan untuk majelis rendah parlemen pada paruh pertama Februari. Data lain menunjukkan belanja rumah tangga Jepang pada November naik tak terduga dibanding setahun sebelumnya, menandakan konsumsi menguat menjelang Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 30 tahun pada Desember.
Dolar sempat menyentuh level tertinggi satu tahun di 158,185 per yen. Terakhir, dolar menguat 0,64% menjadi 157,88 yen dan berada di jalur kenaikan dua pekan beruntun.
Euro turun 0,2% ke $1,1635 dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut terhadap dolar. Pound sterling turun 0,24% ke $1,3403.
Dolar Kanada melemah 0,32% menjadi C$1,391 per dolar AS, sementara dolar Australia turun 0,13% ke $0,6688. Bitcoin turun 1,05% ke $90.247,14.(yds)
Sumber: Reuters.com