Dolar Menguat, Putusan Tarif & NFP Jadi Pemicu
Dolar AS menguat tipis pada Jumat (9/1), saat pasar menahan napas jelang rilis Nonfarm Payrolls (NFP) dan menunggu potensi putusan Mahkamah Agung AS soal wewenang tarif darurat Presiden Donald Trump.
Di sesi Eropa, indeks dolar (DXY) naik ke 98,657—mendekati level tertinggi dalam sebulan.
Pelaku pasar kini mengunci fokus ke laporan NFP Desember yang akan menjadi “penentu mood” dolar dan arah suku bunga The Fed. Konsensus memperkirakan penambahan sekitar 70.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan turun ke 4,5%.
Pasar suku bunga juga masih condong ke skenario “tahan dulu”. Kontrak berjangka Fed funds menunjukkan peluang sekitar 86% The Fed menahan suku bunga di pertemuan 27–28 Januari.
Selain data tenaga kerja, pasar juga siap-siap diguncang keputusan Mahkamah Agung soal apakah Trump boleh memakai IEEPA untuk menerapkan tarif tanpa persetujuan Kongres. Jika putusan berbalik arah, perusahaan bisa berebut pengembalian bea masuk yang nilainya diperkirakan mencapai US$150 miliar.
Di pasar mata uang utama, euro bergerak datar di $1,1655. Poundsterling juga relatif stabil di $1,3436.
Terhadap yen, dolar lanjut menguat: USD/JPY naik ke 157,29. Sementara terhadap yuan offshore, dolar stabil di 6,9797.
Di komoditas mata uang, dolar Australia berada di $0,6697, sedangkan dolar Selandia Baru melemah tipis ke $0,5742. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id