Dolar Bergerak Tipis Menjelang Risalah Rapat Fed, Yen Melemah
Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve pada hari Selasa, yang diharapkan memberikan wawasan mengenai perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan bank sentral. Indeks dolar Bloomberg hampir tidak berubah setelah turun ke level terendah sejak awal Oktober pekan lalu. Tahun ini, dolar telah turun lebih dari 8%, dan diperkirakan akan mencatatkan penurunan tahunan terbesar sejak 2017.
Chris G. Collins, ekonom AS di Bloomberg Economics, memperkirakan risalah rapat FOMC pada 9-10 Desember akan menunjukkan bahwa peserta rapat memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai jalur kebijakan jangka pendek. Ini akan memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter AS ke depan, yang menjadi perhatian utama pelaku pasar global.
Sementara itu, yen Jepang melemah terhadap semua mata uang utama lainnya, dengan USD/JPY naik 0,2% menjadi 156,33. Meskipun demikian, pasangan mata uang ini telah turun 0,6% sepanjang tahun ini. Pelaku pasar juga menantikan pidato dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan yen.
Mata uang utama lainnya, seperti EUR/USD, hampir tidak berubah di 1,1775, terjebak di antara strike opsi di 1,1750 dan 1,1800 yang akan kedaluwarsa pada 30 dan 31 Desember. GBP/USD sedikit melemah 0,1% ke 1,3500, sementara AUD/USD mengalami kenaikan tipis 0,2% menjadi 0,6706.
Di pasar obligasi, imbalan Treasury sedikit menurun, dengan yield 10 tahun berada di 4,11%. Volatilitas Treasury tetap mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan tren penurunan tahunan terbesar sejak 2009, menunjukkan pasar yang relatif stabil di tengah ketidakpastian yang ada.(asd)
Sumber : Newsmaker.id