• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

26 November 2025 16:57  |

Dolar Mantul, Sterling Siap Diuji Anggaran?

Dolar AS sedikit menguat pada Rabu (26/11) setelah sempat babak belur di sesi sebelumnya.

Indeks Dolar naik tipis 0,1% ke sekitar 99,73, setelah sehari sebelumnya anjlok 0,5%, penurunan harian terbesar dalam hampir tiga minggu. Pergerakan ini terjadi di tengah posisi pasar yang kini makin yakin The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, didukung data penjualan ritel yang lemah, kepercayaan konsumen yang turun, dan komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat The Fed. Fed funds futures kini mencerminkan sekitar 84% peluang pemangkasan 25 bps bulan depan, naik dari sekitar 40% sepekan lalu.

Di Eropa, pasangan GBP/USD naik tipis ke kisaran 1,3180 menjelang pengumuman Anggaran Musim Gugur oleh Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves. Pasar memperkirakan Reeves terpaksa menaikkan pajak demi menjaga target fiskal, namun ia juga harus berhati-hati agar tidak makin menekan pertumbuhan ekonomi yang sudah rapuh. Analis ING mengingatkan, semakin banyak keputusan pajak dan pemotongan belanja yang ditunda ke akhir dekade, ruang Bank of England untuk memangkas suku bunga akan makin sempit dan investor bisa ragu pada komitmen Inggris terhadap keberlanjutan utang.

Euro juga menguat tipis, dengan EUR/USD bergerak ke sekitar 1,1570, didukung sedikit optimisme atas rencana perdamaian Rusia–Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Kyiv siap melanjutkan kerangka perdamaian yang didukung AS untuk mengakhiri perang dan membahas poin-poin yang masih diperdebatkan dengan Presiden AS Donald Trump. ING menilai, harapan gencatan senjata ikut “menghaluskan” pemulihan euro, dan jika ada terobosan dalam beberapa hari ke depan, pasangan EUR/USD berpotensi menguji area 1,1700.

Di Asia, USD/JPY naik 0,2% ke sekitar 156,39 setelah sebelumnya sempat turun 0,5% menyusul laporan Reuters bahwa Bank of Japan mulai memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga secepat bulan depan.

Kekhawatiran baru atas lemahnya yen dan meredanya tekanan politik untuk mempertahankan suku bunga ultra-rendah menjadi pemicunya.

Pasar juga menantikan rilis Beige Book The Fed, yang memberi gambaran anekdotal tentang kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja AS, dan bisa ikut mengarahkan ekspektasi pasar terhadap arah dolar dalam jangka pendek.(yds)

Sumber: FXstreet  

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai