Perak Terkoreksi Abis Cetak Rekor, Safe Haven Mulai Kendur
Harga perak (XAG/USD) mulai mundur pada Kamis (15/1) setelah sempat menyentuh rekor baru mendekati US$94/oz di sesi awal. Di tengah aksi profit taking, pasangan XAG/USD turun ke area US$91,70/oz, melemah sekitar 1,7% pada hari yang sama.
Koreksi ini terjadi ketika sentimen safe haven sedikit berkurang. Presiden AS Donald Trump menyebut laporan terbaru mengindikasikan kekerasan dalam penindakan di Iran mulai mereda dan tidak ada rencana eksekusi massal. Nada tersebut membantu menenangkan kekhawatiran pasar soal eskalasi militer secara cepat—sehingga permintaan aset defensif seperti perak ikut menyusut
Tekanan tambahan datang dari data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Sinyal ekonomi yang masih “kencang” membuat pasar menilai Federal Reserve berpeluang menahan suku bunga lebih lama, yang biasanya mengangkat dolar dan menekan logam mulia—terutama yang sensitif terhadap pergerakan yield riil.
Dari sisi kebijakan, tidak adanya pengumuman tarif baru terkait impor mineral penting juga ikut meredakan ketegangan dagang, sehingga kebutuhan pasar untuk berlindung di aset safe haven kembali menurun.
Meski sedang terkoreksi, pandangan jangka menengah terhadap perak masih dinilai positif. Sejumlah analis menilai reli sejak awal tahun tetap ditopang kombinasi defisit pasokan, permintaan industri yang kuat, dan efek “ekor” dari penguatan emas. Dengan faktor struktural tersebut, perak diperkirakan masih bisa bertahan di level tinggi, meski fase konsolidasi jangka pendek berpotensi berlanjut.(yds)
Sumber: Newsmaker.id