GBP/USD Turun di Bawah 1,3500 saat “King Dollar” Kembali Perkasa Pasca-Fed
Pound Inggris tertekan berat oleh “King Dollar” pada Jumat, turun 0,52% meski kalender AS nyaris kosong hanya komentar pejabat Federal Reserve yang mengalir di media. Data Inggris yang positif, termasuk Retail Sales, gagal mengangkat sterling. Pasangan GBP/USD diperdagangkan di 1,3482.
Suasana market campur aduk di tengah quad witching (kedaluwarsa serentak kontrak opsi) pada Jumat, yang bisa memicu volatilitas di pasar saham AS. Dolar AS pulih setelah sempat mendekati level terendah tiga tahun menyusul keputusan kebijakan moneter The Fed.
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan ia mendukung pemangkasan suku bunga pekan ini karena risiko kenaikan pengangguran memerlukan tindakan. Ia menilai sulit melihat inflasi naik jauh di atas 3% akibat tarif, dan menambahkan jika pasar kerja membaik serta inflasi naik, The Fed sebaiknya menahan suku bunga. Ia juga terbuka untuk menaikkan suku bunga jika kondisi ekonomi menuntut.
Sementara itu, keputusan The Fed pada Rabu untuk memangkas suku bunga 25 bps sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Indeks Dolar (DXY) yang melacak kinerja dolar terhadap enam mata uang—reli tajam dan berbalik datar secara mingguan di sekitar 97,62.
Di Inggris, pasar menunggu rilis Flash PMI serta komentar lanjutan dari para pembuat kebijakan Bank of England (BoE).(yds)
Sumber: FXStreet.com