Pound Menguat ke Tertinggi 2 Bulan
Pound Sterling (GBP) naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terhadap Dolar AS pada Selasa setelah rilis data ketenagakerjaan Inggris untuk tiga bulan hingga Juli. ONS melaporkan tingkat pengangguran tetap 4,7%—tertinggi dalam empat tahun—sementara kenaikan upah melambat: 4,8% (tanpa bonus) dan 4,7% (termasuk bonus), sejalan ekspektasi pasar.
Performa data yang “sesuai perkiraan” membantu meredakan kekhawatiran BoE soal pasar kerja, tetapi laju upah yang masih relatif tinggi membuat bank sentral cenderung menahan suku bunga acuan di 4,0% pada keputusan Kamis. Ekspektasi “tahan suku bunga” ini juga tercermin dalam jajak pendapat ekonom terbaru.
Fokus selanjutnya adalah CPI Inggris untuk Agustus yang dirilis Rabu. Konsensus memperkirakan inflasi utama naik tipis ke sekitar 3,9% (y/y). Angka yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat kasus penahanan suku bunga lebih lama dan menopang GBP, sementara hasil yang lebih jinak dapat menekan Pound.
Di pasar valas, GBP/USD sempat menembus area tertinggi sejak awal Juli di atas 1,36 pada sesi Eropa, mencerminkan sentimen positif pasca-data. Volatilitas GBP berpotensi meningkat hingga pengumuman CPI dan keputusan BoE.
Poin inti:
Pengangguran tetap 4,7% (tertinggi 4 tahun); upah: 4,8% ex-bonus, 4,7% termasuk bonus.
GBP ke puncak >2 bulan versus USD setelah rilis data.
BoE diperkirakan menahan suku bunga di 4,0% pada Kamis.
CPI Agustus (rabu) diproyeksikan ~3,9% y/y—kunci arah GBP selanjutnya.(ayu)
Source: Newsmaker.id