EUR/USD Menguat, Dolar Tertekan Isu Diplomasi Iran dan The Fed
EUR/USD menguat tipis pada Kamis (16/04) dan bertahan tepat di atas 1,1800, memperpanjang kenaikan menjadi sembilan hari. Pergerakan tersebut didorong optimisme pasar terhadap peluang putaran baru negosiasi AS–Iran, yang mendorong investor mengurangi posisi safe haven pada dolar dan membawa pasangan ini kembali ke kisaran level sebelum perang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi tidak langsung dengan Teheran masih berlangsung dan menyebut pembicaraan damai dapat kembali digelar dalam beberapa hari. Trump juga menyatakan Israel dan Lebanon akan segera memulai “pembicaraan langsung,” yang dipandang pasar sebagai faktor tambahan yang dapat membantu membangun kerangka stabilitas regional dan memperkuat ekspektasi de-eskalasi.
Di sisi lain, tekanan terhadap dolar juga datang dari faktor domestik AS, menyusul memanasnya kembali tensi antara Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Isu ini memunculkan kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral, yang dapat memperlemah daya tarik dolar di tengah lingkungan sentimen risiko yang membaik.
Trump mengancam akan mencopot Powell dari kursi terpisahnya di Board of Governors bila tidak mundur ketika masa jabatannya sebagai Fed Chair berakhir. Masa jabatan Powell sebagai ketua Fed berakhir 15 Mei, sementara masa jabatan sebagai anggota dewan gubernur berjalan hingga 2028. Kombinasi faktor geopolitik yang mereda dan meningkatnya ketidakpastian institusional di AS menjadi pendorong utama penguatan euro terhadap dolar dalam narasi pasar terbaru. (asd)
Sumber: Newsmaker.id