EUR/USD Tertekan saat Dolar Menguat di Tengah Risiko Timur Tengah
EUR/USD melemah tipis ke sekitar 1,1655 pada awal sesi Asia Kamis, ketika euro tertekan oleh penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran.
Menurut laporan Reuters, pertempuran sporadis masih berlangsung di Timur Tengah, termasuk di Lebanon. Pejabat Iran menilai situasi tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru berjalan kurang dari satu hari, serta menyebut kelanjutan perundingan damai “tidak masuk akal” ketika Israel memperluas serangan. Kondisi ini menjaga permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar AS.
Perhatian pasar berikutnya tertuju pada rilis inflasi AS (IHK) Maret pada Jumat. IHK utama diperkirakan naik 3,3% (YoY) dari 2,4% sebelumnya, dengan dorongan dari lonjakan harga minyak terkait perang. Jika inflasi AS kembali lebih panas, dolar berpotensi menguat dan menambah tekanan bagi EUR/USD dalam jangka pendek.
Dari Eropa, nada hawkish ECB dinilai dapat menahan penurunan euro. Sejumlah pembuat kebijakan, termasuk Pierre Wunsch dan Dimitar Radev, menyebut kenaikan suku bunga pada pertemuan April sebagai kemungkinan nyata, meski banyak pejabat memandang Juni lebih mungkin. Pasar kini memperhitungkan dua kali kenaikan suku bunga dan peluang lebih dari 50% untuk kenaikan ketiga pada Desember, berubah tajam dibanding sebelum perang ketika risikonya adalah pemangkasan suku bunga tahun ini.
5 Poin Inti:
- EUR/USD turun tipis di sekitar 1,1655 pada awal sesi Asia Kamis.
- Ketegangan Timur Tengah dan isu pelanggaran gencatan senjata mendorong dolar AS sebagai safe-haven.
- Pejabat Iran menilai melanjutkan perundingan damai “tidak masuk akal” di tengah eskalasi di Lebanon.
- Fokus pasar ke IHK AS Maret; proyeksi 3,3% YoY vs 2,4% sebelumnya.
- ECB lebih hawkish; pasar kini menghit.(asd)
Source: Newsmaker.id