Dolar Tertahan Dekat Puncak 3 Bulan, Sentimen Euro Makin Bearish
Dolar AS bertahan dekat level tertinggi tiga bulan pada Rabu (4/3), sementara sentimen terhadap euro memburuk karena konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran lonjakan harga energi yang lebih persisten dan menekan pasar saham. Indeks dolar turun tipis 0,2% ke 98,86 setelah sempat menyentuh level terkuat sejak 28 November.
Euro naik terbatas 0,2% ke US$1,16135, setelah sebelumnya menyentuh level terlemah sejak akhir November. Pergerakan euro juga terjadi setelah data Selasa menunjukkan inflasi zona euro naik lebih cepat dari perkiraan pada Februari, sebelum eskalasi konflik Iran.
Arah dolar sempat tertahan setelah laporan The New York Times menyebut Kementerian Intelijen Iran memberi sinyal keterbukaan pembicaraan ke CIA melalui jalur tidak langsung. Namun, pasar opsi menunjukkan posisi paling bearish terhadap euro setidaknya dalam setahun, dengan biaya lindung nilai penurunan euro tenor tiga bulan berada di premium terbesar sejak Maret tahun lalu (data LSEG).
Dari sisi data AS, laporan ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah 63.000 pada Februari (di atas perkiraan 50.000), sementara angka Januari direvisi turun menjadi 11.000. Data ini menjadi pemanasan jelang rilis nonfarm payrolls (NFP) pemerintah, dengan konsensus ekonom memperkirakan NFP Februari sekitar 59.000–60.000 dan tingkat pengangguran bertahan di 4,3%.
Di mata uang lain, pound naik 0,1% ke US$1,337, sementara dolar turun 0,37% terhadap yen ke 157,2. Dolar juga melemah 0,3% terhadap yuan offshore ke 6,899 setelah data PMI China memberi sinyal beragam antara indikator resmi dan versi sektor swasta. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id